THE JOURNEY OF ISRA MI'RAJ
The journey of isra mi'raj part III
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanannya hingga ke Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon yang tumbuh di langit ke enam, tetapi menjulang hingga langit ke tujuh. Pohon ini diyakini menjadi penanda akhir dari langit dan menjadi penanda batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya. Dinamakan Sidratul Muntaha karena segala yang naik dari bumi berakhir di sana, lalu ditahan. Begitu pula segala yang diturunkan dari atas akan berakhir di sana. Hanya Nabi Muhammad yang bisa melewati Sidratul Muntaha.
Sebelum bertemu dengan Allah, Rasulullah berkeliling-keliling surga sambil ditemani Malaikat Jibril. Ketika Rasulullah berjalan-jalan di surga, tiba-tiba ada sungai yang pinggirnya berupa kubah dari mutiara berongga. Rasulullah pun bertanya, "Apa ini, wahai Jibril?" Jibril menjawab, "Inilah al-Kautsar yang Allah berikan untukmu." Ternyata tanahnya atau bau wanginya terbuat dari minyak misk adzfar.
ما لا عين رأت و لا أذن سمعت و لا خطر على قلب بشر
"Tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak akan terbayang oleh lintasan hati manusia."
Kemudian Rasulullah melihat pada pintu surga tertulis, "Pahala sedekah dibalas sepuluh kali lipat sedangkan pinjaman dibalas delapan belas kali lipat."
Rasulullah pun bertanya, "Wahai Jibril, mengapa sebuah pinjaman lebih utama dari sedekah?" Jibril menjawab, "Karena peminta, meminta sesuatu padahal ia punya, sedangkan yang meminjam tidak akan meminjam kecuali karena keperluan.”
Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan perjalanannya dan melihat ada beberapa sungai. Sungai itu terbuat dari susu yang rasanya tidak akan berubah, ada yang terbuat dari khomer yang terasa nikmat bagi para peminumnya, ada juga yang terbuat dari madu murni.
Setelah berjalan-jalan di surga, Rasulullah juga diajak untuk melihat-lihat neraka.
Dikisahkan, bahwa tidaklah Nabi melihat sesuatu di neraka kecuali hanya kemarahan, kemurkaan dan siksaan Allah. Dan seandainya batu ataupun besi dilemparkan ke sana, niscaya akan hancur berkeping-keping.
Di sana Rasulullah melihat suatu kaum yang memakan bangkai. Ketika ditanya siapa mereka, Malaikat Jibril menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang suka memakan bangkai manusia (ghibah)." 😭
Kemudian Rasulullah juga melihat malaikat penjaga neraka. Dikatakan, malaikat tersebut berwajah masam, menyeramkan dan tidak terlihat di wajahnya kecuali kemarahan. Rasulullah pun mengucapkan salam kepadanya, namun pintu neraka itu langsung ditutup tanpa Rasulullah masuk ke dalamnya.
Ketika Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril melewati Sidratul Muntaha yang diliputi oleh awan yang di dalamnya memancar kilauan cahaya yang berwarna-warni, maka malaikat Jibril memilih undur diri dan membiarkan Nabi berjalan sendiri.
Mengetahui hal itu, Nabi pun berkata kepadanya, "Jangan tinggalkan aku seorang diri." Malaikat Jibril menjawab, "Tidak ada daya dan kekuatan bagi kami, sebab Dia (Allah) memiliki tempat tertentu dan khusus yang tidak bisa kami lalui."
Malaikat Jibril pun akhirnya mencoba berjalan bersama Nabi SAW. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril hampir saja terbakar oleh pancaran cahaya, keagungan, dan kemuliaan.
Akhirnya, Rasulullah pun mi'raj (naik) sampai ke sebuah tingkatan. Di sana, beliau melihat ada seorang laki-laki yang dinaungi cahaya arsy milik Allah. Ketika Rasulullah bertanya,
"Siapakah itu? Apakah dia malaikat?"
Dikatakan, "Tidak."
"Apakah dia adalah nabi?"
"Tidak."
"Lalu siapa dia?"
"Dia adalah seorang laki-laki yang lisannya ketika dunia selalu berdzikir kepada Allah, dan hatinya terikat dengan masjid serta tidak pernah menyakiti kedua orang tuanya."
Tibalah saatnya seorang kekasih bertemu pujaan hatinya. Tibalah waktunya ketika Muhammad bertemu dengan Tuhannya.
Diriwayatkan, jarak Rasulullah ketika bertemu Allah hanya sekadar 2 anak panah, bahkan dikatakan lebih dekat. Dan di situlah Allah mewahyukan kepada hamba-Nya.
Rasulullah pun menundukkan diri dengan bersujud dan mengucapkan salam seraya berkata,
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ
"Seluruh kehormatan, keberkahan, rahmat, dan kebaikan adalah sepenuhnya milik Allah."
Allah langsung menjawab salam tersebut seraya berkata,
السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُه
"Kesejahteraan, kasih-sayang, dan keberkahan Allah untukmu, wahai Nabi."
Mendengar jawaban Allah itu, Nabi ingin hamba-hamba Allah yang saleh mendapat bagian dari pertemuan agung tersebut seraya berkata,
السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
"Kesejahteraan atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh."
Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, "Wahai Muhammad, mintalah apapun!"
Rasulullah menjawab, "Ya Allah, Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai sahabat-Mu, Engkau telah menjadikan Musa sebagai satu-satunya yang bisa bercakap-cakap dengan-Mu, Engkau telah memberikan Daud kekuasaan yang luas dan Engkau telah melunakkan besi untuknya serta menundukkan gunung untuknya. Engkau juga telah memberikan Sulaiman kekuasaan yang luas serta menaklukkan jin, manusia, bahkan angin untuknya. Engkau telah mengajarkan Taurat dan Injil kepada Isa. Engkau juga memberinya kemampuan untuk menyembuhkan orang buta serta menghidupkan orang mati dengan izin-Mu."
Maka Allah pun berfirman kepada Nabi Muhammad, "Wahai Muhammad, sesungguhnya Aku telah menjadikanmu sebagai kekasih-Ku, dan Aku mengutusmu untuk seluruh manusia sebagai pembawa kabar gembira juga pembawa peringatan. Sungguh, Aku juga telah melapangkan dadamu, meringankan bebanmu dan meninggikan penyebutanmu. Tidaklah Aku disebut kecuali namamu juga disebut bersama-Ku. Aku jadikan ummatmu sebaik-baiknya ummat. Dan Aku telah menjadikanmu Nabi pertama yang Kuciptakan (cahayanya) dan yang paling terakhir diutus, Aku berikan padamu apa-apa yang tak Kuberikan kepada nabi-nabi sebelummu. Aku berikan kepadamu telaga kautsar dan aku berikan kepadamu 8 kemuliaan yaitu: Islam, hijrah, jihad, sedekah, puasa, serta amar ma'ruf dan nahi munkar.
Ketahuilah, jika seorang kekasih telah mencintai kekasihnya, sungguh mampu baginya untuk mengkhususkan dan memuliakannya dengan sebuah kedekatan.
Maka mintalah segala sesuatu yang kau sukai, karena tentu aku mampu untuk memenuhinya..
Bersambung...
📚 Sumber: Al-Maroqil Aliyyah fil Anwaril Bahiyyah.
📝 Dar Ummahatil Mukminin
Comments
Post a Comment